Saat ku hadir di rumahmu,
dan ditemui ibumu.
Kudengar suaramu bernyanyi,
di kamar mandi.
Suaramu yang merdu,
mengingatkanku akan kecantikanmu.
Namun syair lagu yang Kau nyanyikan,
mengingatkan indahnya hubunganku denganmu.
Suaramu di kamar mandi masih saja terdengar:
"Kutahu kesabaranmu telah teruji.
Tak seberapa kalau hanya menunggu mandi.
Habis mandi ku mesti lebih cantik lagi.
Dan hanya untukmu yang sabar menunggu"
Di depan calon Ibu mertua,
Kuberdiri dan bernyanyi,
membalas nyanyian di kamar mandi.
"Kutahu semua itu kasih.
Hidupmu memang hanya untukku.
Dan hidupkupun juga hanya untukmu.
Kuberharap Kita segera bersatu"
KUHARAP KITA SEGERA BERSATU.
MENYUSURI LAUTAN
Laut indah.
Dengan birunya yang juga indah;
Dihiasi kapal-kapal wisata,
Nan semuanya berwarna megah.
Dengan penumpangnya semua bahagia.
Beberapa pasang remaja di kapal itu,
Memadu cinta.
Ada yang bergandengan tangan mesra.
Ada yang memeluk tubuh masing-masing, erat.
Bercerita....
Mengandai-andai.
Menciptakan tawa.
Yang pasangan bapak ibu
Tak kalah mesra.
Seolah ngajari anak Mereka,
Yang diajak bersama do'inya.
Menyusuri lautan.
WUJUDKAN MIMPI INDAH KITA
Kuburkan semua mimpi burukmu
Bersama pengalaman-pengalaman pahitmu
Ke dalam tanah tandus,
sedalam-dalamnya.
Biar tak bangkit,
Dan tak muncul kembali
Namun ayo gali kreasimu
Dan padukan bersama kreasiku,
Untuk wujudkan
Mimpi-mimpi indah Kita.
HARAPAN PALSU
Bukit rindu telah memuncak.
Dikau yang kutyunggu tak mau mengerti
Jumlah hari ada tujuh.
Mestikah hari kedelapan yang kutunggu?
Kalau saja Kau tak mau menerimaku
Katakan saja kepadaku.
Jangan Kau hanya memberi harapan.
Harapan palsu yang tak tahu datang kapan.
Apapun yang Kau katakan.
Aku siap mendengarkan.
Namun jangan hati ini Kau hancurkan.
Hanya kalimat indah nan halus yang kuharapkan.
RESAH DAN GELISAH
Tak biasanya Kau tampakan,
wajah seperti itu.
Wajah resah dan gelisah
Maju mundur, kanan kiri,semua arah.
Membuat burung-burung enggan berkicau.
Semakin resah dan gelisah.
Burungpun semakin diam.
Tak bergerak, mungkin tidur.
Tak kuasa melihat tuannya bingung.
Rona mata bulat.
Bergelimangan air mata.
Dan menetes di lantai.
Andai bisa menjawab,
Kukan bertanya kepada tetes air mata.
Kenapa tuanmu?
Tak biasanya menampakan,
wajah resah dan gelisah.
Aku hanya ingin merubah,
resah dan gelisah, menjadi riang.
Agar-agar burung-burung,
Mau kembali berkicau.
Seperti biasanya, riang menyenangkan
.
UNTUKMU FINATA
Maafkan Aku,
Kalau saat Kau datang pertama kali
Aku kurang memperhatikanmu.
Itu semua hanya karna situasi
Namun dikala Kau datang kedua kalinya
Kurasakan Kau begitu mempesona
Kurasakan Kau begitu anggun
Dan kurasakan kita ada getaran hati.
Kuingat Kau tuliskan syair-syair lagu
Lagu yang Kita senangi bersama
Namun ada juga lagu yang tidak Kau senangi
Kita menyenyikan lagu itu
Kita membahas lagu itu.
Kini setelah Kau pergi
Kurasakan arti tulisanmu
Kau tinggalkan kenangan,
Kenangan indah
Dan kupandangi tulisan itu,
Manakala Aku merindukanmu.











