Sendiri.
Selalu sendiri.
Seolah tak ada cinta di hatimu.
Pertimbangan begitu banyak,
Tuk dapatkan wanita
Seolah tak ada wanita baik di dunia.
Kau begitu lihai mencari kekurangan.
Kau begitu cermat mendapatkan cacad wanita.
Kau tak ingat.
Tiada wanita sempurna di dunia ini.
Kau juga tak ingat, siapa dirimu.
Namun Kau juga tak ingat
Usia telah menggerogoti dirimu.
Bujang lapuk.
Kiranya cintamu telah layu ditelan kesepian.
Atau mengering terbakar matahari.
Ataukah telah tiada termakan usia.
BUJANG LAPOUK
MY LONGING IS NEVER DIE.
Just for a name.
My longing is never die
A long the day and night
I've told You about it.
You feel it too.
I write Your name in my heart
You write my name in Your heart too.
We love each other.
We always longing each other.
ORKESTRA TAK PERNAH SURUT
Orkestra tak pernah surut
Kokohnya karang diterpa laut.
Siang, malam atau larut.
Panas dingin, hujan lebat.
Orkestra tak penah surut.
Gedebyur ombak membentur karang.
Tiada henti,
Tiada tanya lelah, tidak.
Orkestra tak pernah surut.
Tiada lelah burung camar terbang
Mengamati siapa kalah, siapa menang.
Namun kapan kau menentukan.
UNGKAPKAN CINTAMU
Kala cintamu berlumur bimbang
Cintakupun tetap terbalut ragu
Kala bimbang tlah tak ada
Pelahan balutan ragupun kan terbuka
Kutahu kalau Kau cinta Aku.
Karna angin semilir,
telah bercerita itu padaku.
Kutahu kalau Kau mendambakanku.
Karna burung-burung
telah membisiku.
Datang dan ungkapkan cintamu padaku,
tanpa bimbang dan ragu.
Kukan terima cintamu
Sepenuh hati.
MISTERI CINTA
Cinta ini memang misteri
Begitu kukejar Dia lari.
Saat Aku diamkan Dia hilang.
Tapi ada juga.
Dia kubiarkan malah menggoda.
Yang paling menyakitkan,
Aku mencintai seseorang.
Dia kukejar, dan kunanti jawabnya.
Ternyata jawabannya tidak mencinta
????????????????
PADANG RUMPUT
Sinar bulan purnama
Di padang rumput Gelora Nusantara
Sinar tak terhalang
Untuk siapa yang akan memandang
Daun kering pinggir rerumputan
Yang tadi siang jatuh.
Semua telah bersih
Seakan terangkat kuatnya sinar rembulan.
Entah kemana.
Berpasang insan jalan pelahan
Bergandeng tangan atau rangkulan
Yang duduk di taman banyak diam.
Atau sedang menyusun kencan.
RINDU MENETES
Saat hati berlumur rindu.
Mengikuti tubuh, rebah di kasur biru.
Menatap langit-langit putih.
Menanti hadir bayang-bayang kekasih.
Ku hanya tertidur lelap.
Di malam yang dingin dan gelap.
Dalam mimpiku,Kau hadir dan mendekap.
Untuk melepas rindumu kepadaku.
Lumuran rindu meleleh dan menetes.
Aku terbangun.
Kaupun buru-buru lenyap.








